Page 39 - Jurnal Farmasi Klinik Vol 4 No 1
P. 39

Jurnal Farmasi Klinik Best Practice Volume 4 No 1



                                       ditargetkan        atau rituksimab dapat dapat
                                       untuk              dipertimbangkan.        dipertimbangkan
                                       menghentikan                               pemberian
                                       seluruh     obat                           belimumab        atau
                                       kecuali HCQ                                rituksimab.
                                               Tabel 1 Tatalaksana Terapi SLE 2,3

                        Kasus                                      sewaktu    tinggi   (terakhir  224),

                             Pasien Ny.X berusia 45 tahun          tekanan    darah   tinggi   (terakhir

                        datang ke Instalasi Gawat Darurat          171/92),    dan    nyeri   menelan.
                        (IGD) RS Fatmawati akibat gejala           Berdasarkan   gejala   tersebut  dan

                        pusing   dan   lemas    yang   tidak       pemeriksaan    penunjang    lainnya,
                        membaik setelah 1 minggu yang lalu         dokter mendiagnosa pasien dengan

                        dan nilai Hb diketahui berada di           Steroid Induced Diabetes Mellitus
                        angka 4,5. Selain itu pasien juga          (SIDM), hipertensi sekunder, dan

                        mengeluh nyeri menelan. Pasien             faringitis. Seluruh diagnosa tersebut

                        diketahui menderita SLE sejak 6            dicurigai muncul akibat ES MP.
                        tahun yang lalu sehingga kondisi

                        pusing    dan     lemas     berakhir       Hasil dan Pembahasan

                        didiagnosa   sebagai    Autoimmune               Resiko ESO meningkat ketika
                        Haemolytic Anemia (AIHA). Pasien           obat-obatan digunakan dalam jangka

                        juga    menderita    protein    uria       panjang seperti pada kasus SLE. Dari
                        mesangial minim dengan jumlah              100% pasien yang menggunakan

                        protein pada urin > 0,5 g/24 jam < 1       pengobatan terkait glukokortikoid
                        g/24 jam sehingga dikategorikan            32,3%     mengalami     hiperglikemi

                        SLE renal (lupus nefritis) kelas 1         (18,6% pasien berkembang menjadi

                        yang   tatalaksana   pengobatannya         SIDM), 30% mengalami hipertensi,
                        sama persis dengan pengobatan SLE          dan 48,15% mengalami infeksi   10,11,12 .

                        non-renal . Pasien mengkonsumsi            Prevalensi ESO ini perlu ditelusuri
                                 3
                        obat cellcept 2 x 500 mg selang            mekanismenya      dan    diantisipasi

                        sehari, metil predinisolon 3 x 16 mg,      dengan    cara   yang   tepat   agar
                        gliquidon 1 x 30 mg, ramipril 1 x          meminimalisasi kemunculannya.

                        5mg, dan adalat oros 1 x 30 mg.                  Kortikosteroid memiliki efek

                        Semenjak mengkonsumsi obat MP,             mineralokortikoid dengan aldosteron
                        ditemukan kondisi glukosa darah            sebagai    prototipnya   dan    efek





                        https://jfklin.rsupfatmawati.co.id/jfklin                                    38
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44