Page 37 - Jurnal Farmasi Klinik Vol 4 No 1
P. 37
Jurnal Farmasi Klinik Best Practice Volume 4 No 1
results of the case study, the mechanism of AED that occurs includes the effects of
mineralocorticoids and glucocorticoids from corticosteroids. Organ damage and
changes in body’s physiology are the main mechanisms of these effects. Efforts to
minimize ESO in long-term MP use include the use of the minimum effective dose,
the principle of tapering off, and the use of steroid-sparing agents that need to be
attempted to minimize these side effects.
Keywords: Systemic Lupus Erythematosus (SLE); Methyprenisolon (MP);
Adverse Drug Effects (ADEs).
Pendahuluan
Systemic Lupus Erythematosus Resiko Efek Samping Obat (ESO)
(SLE) merupakan penyakit autoimun kortikosteroid meningkat ketika
kompleks yang menyerang berbagai obat-obatan digunakan dalam jangka
6
sistem tubuh akibat autoantibodi panjang .
yang menyerang komponen tubuh Di Indonesia, prevalensi SLE
sendiri . Pengelolaan SLE mencapai 0,5% terhadap total
1
berpedoman pada Systemic Lupus populasi dengan rata-rata insiden
Erythematosus Disease Activity kasus baru sebesar 10,5%. Tingkat
Index (SLEDAI) dengan kematian akibat SLE perlu menjadi
kortikosteroid seperti Metil perhatian khusus karena mencapai
Prednisolon (MP) sebagai salah satu angka sebesar 25% dari pasien rawat
regimennya (gambar 1) . MP inap . Studi dilakukan pada satu
2,3
7
digunakan pada terapi awal dan kasus khusus yang memenuhi
terapi pemeliharaan untuk kriteria key person yaitu pasien
mengurangi inflamasi sistemik, pengguna regimen metilprednisolon
mencapai dan mempertahankan dengan efek samping yang beragam.
remisi, serta mengurangi resiko Tujuan dari penelitian studi kasus ini
kekambuhan . Kortikosteroid adalah menginterpretasikan efek
3-5
seperti MP harus digunakan secara samping dari penggunaan
hati-hati dengan dosis minimal yang metilprednisolon, mencari
efektif karena berkaitan dengan efek kesepadanan efek samping serupa
samping dan kerusakan organ seperti dengan data prevalensi, dan
infeksi, diabetes, hipertensi, katarak, mengembangkan generalisasi dengan
osteoporosis, dan sindrom Cushing. menelaah mekanisme kasus.
https://jfklin.rsupfatmawati.co.id/jfklin 36

