Page 33 - Jurnal Farmasi Klinik Vol 4 No 1
P. 33
Jurnal Farmasi Klinik Best Practice Volume 4 No 1
agar mengurangi kesalahan intervensi segera atau tindakan
4
pengambilan obat LASA . resusitasi. Pengelolaan Emergency
2. Memisahkan penyimpanan obat trolley yang baik dapat
yang memiliki kemiripan LASA meningkatkan mutu pelayanan
3. Menggunakan alat dan kesehatan di RSUP Fatmawati.
keterampilan untuk
mengidentifikasi obat LASA, Penyimpanan obat emergensi di
meminimalkan pilihan beberapa RSUP fatmawati di simpan di dalam
kekuatan obat dan hanya troli emergensi di setiap ruang
menyetujui bentuk sediaan dan perawatan. Kondisi troli emergensi
kekuatan dengan penampilan harus dalam kondisi lengkap dan
dan kemasan yang berbeda. terkunci dengan baik. Pada saat ada
4. Mengidentifikasi obat LASA keadaan emergensi di ruang IGD
ketika memasukkannya ke atau Ruang perawatan, troli
dalam formularium dan selama emergensi dapat digunakan, setelah
pembelian. tindakan emergensi selesai dilakukan
perawat akan membuat permintaan
Pada pengelolaan obat LASA perlu sediaan farmasi dan alat kesehatan
dilakukannya evaluasi secara berkala yang digunakan ke depo farmasi igd
untuk memastikan bahwa langkah- dengan mencatat nama pasien, nama
langkah pencegahan yang diterapkan obat dan jumlah obat yang digunakan.
efektif. Evaluasi dapat dilakukan Petugas farmasi akan menginput
diantaranya identifikasi obat LASA sediaan farmasi dan alat kesehatan
dengan membuat daftar obat-obat seuai dengan nama pasien nya dan
yang memiliki kemiripan nama atau menyiapkan obat sesuai permintaan
kemasan, pemeriksaan label dan perawat untuk pergantian troli
kemasan dengan warna, ukuran huruf emergensi. dan troli akan di kunci
atau simbol khusus, standarisasi kembali dengan menggunakan kunci
proses resep dan pengeluaran obat, yang terdapat no seri nya. Hasil
serta perlu dilakukan pelaporan dan observasi di troli emergenci di IGD
analisis tentang kejadian kesalahan bahwa untuk item dobutamin
obat LASA dan analisis kondisinya menipis sehingga yang
penyebabnya untuk perbaikan. seharusnya terisi dengan jumlah 3
ampul saat ini hanya di isi dengan 2
Emergency trolley adalah trolley ampul.
yang berisi peralatan dan obat-obatan
untuk keadaan gawat darurat, diaman Dalam mengelola penyimpanan
terjadi perburukan keadaan klinis secara umum perlu dilakukannya
pasien secara mendadak tidak pelatihan kembali sumber daya
diperkirakan sebelumnya yang dapat manusia di gudang farmasi terkait
menyebabkan kematian atau SOP penyimpanan obat secara umum.
menimbulkan gangguan kesehatan
jangla panjang sehingga diperlukan Kesimpulan
https://jfklin.rsupfatmawati.co.id/jfklin 32

