Page 23 - Jurnal Farmasi Klinik Vol 4 No 1
P. 23
Jurnal Farmasi Klinik Best Practice Volume 4 No 1
Pengelolaan Obat High Alert, LASA (Look-Alike Sound-Alike), Emergensi,
dan Obat Umum di Farmasi RSUP Fatmawati
Mhd. Aluan Harahap , Fauziah , Shifaq Khairunnisa , Suaif , Ahmad Subhan 5
4
1
3
2
¹²³⁴Program Studi Magister Farmasi, Universitas Pancasila
5 Farmasi Klinis RS Fatmawati
Abstrak
Pengelolaan dalam benrtuk penyimpanan obat di rumah sakit sangat berperan
dalam menjamin kualitas dan keselamatan pasien, khususnya terhadap obat high
alert, LASA (Look-Alike Sound-Alike), serta obat emergensi. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi sistem penyimpanan obat-obatan tersebut di Gudang
Farmasi RSUP Fatmawati berdasarkan standar PKPO dan SKP yang ditetapkan
Kementerian Kesehatan RI. Metode evaluasi dilakukan melalui observasi
langsung, studi dokumen, dan perbandingan terhadap standar Permenkes dan
Kepmenkes. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar sistem penyimpanan sudah
sesuai, namun masih ditemukan ketidaksesuaian seperti penempatan obat high
alert di luar zona merah, penandaan LASA yang belum optimal, dan keterbatasan
ruang pada gudang. Studi ini merekomendasikan perbaikan pada zona penandaan,
pelatihan sdm, dan pengaturan tata letak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penyimpanan obat high alert 94% kategori baik sekali, penyimpanan obat LASA
70% kategori baik, penyimpanan obat trolly emergency 80 % kategori baik, dan
penyimpanan obat secara umum 85,14% kategori baik. Berdasarkan analisis
statistik uji t bahwa penyimpanan obat high alert, LASA, emergency dan
penyimpanan secara umum diperolah nilai significansi p > 0,05. Hal ini
menggambarkan penyimpanan obat di gudang Farmasi RSUP Fatmawati telah
sesuai dengan standar.
Kata kunci: Penyimpanan Obat, High Alert, LASA, Obat Emergensi, Gudang
Farmasi
Abstract
Proper management of drug storage in hospitals is essential for ensuring quality
and patient safety, particularly for high-alert drugs, look-alike sound-alike (LASA)
drugs, and emergency drugs. This study evaluates the storage system for these
drugs in the Fatmawati Hospital Pharmacy Warehouse according to the PKPO
and SKP standards established by the Indonesian Ministry of Health. The
evaluation was conducted through direct observation, a document study, and a
comparison to Permenkes and Kepmenkes standards. The results show that, while
most of the storage system is appropriate, there are still non-conformities, such as
high-alert drugs being placed outside the red zone, suboptimal LASA marking,
and limited warehouse space. The study recommended improvements to the
marking zone, staff training, and layout arrangements. The results showed that
94% of high-alert drug storage was in the excellent category, 70% of LASA drug
storage was in the good category, 80% of trolley emergency drug storage was in
https://jfklin.rsupfatmawati.co.id/jfklin 22

