Page 64 - Jurnal Farmasi Klinik Vol 4 No 1
P. 64

Jurnal Farmasi Klinik Best Practice Volume 4 No 1





                     Evaluasi Penggunaan Obat Kemoterapi Pada Pasien Kanker Payudara di RSUP
                                            Fatmawati Periode 15-31 Juli 2024

                                                      Ahmad Subhan    1
                                                  Rumah Sakit Fatmawati


                                                          Abstrak
               Kanker payudara (carcinoma mamae) adalah keganasan pada jaringan payudara baik dari epitel
               duktus maupun lobulusnya. Terapi kanker dapat berupa operasi, radiasi, dan terapi sistemik
               seperti kemoterapi dan terpai hormonal. Pendataan terhadap penggunaan obat kanker pada pasien
               kemoterapi dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan obat kemoterapi pada pasien kanker
               terbanyak yaitu kanker payudara di RSUP Fatmawati periode 15-31 Juli 2024. Pengambilan data
               dilakukan secara observasi retrospektif yaitu dengan mengumpulkan data-data rekam medis
               pasien kanker, kemudian didapatkan 94 pasien yang mengidap kanker payudara. Data yang
               diambil menunjukkan penggunaan golongan regimen obat Sitostatika first line terbanyak adalah
               regimen TC (Docetaxel + Cyclophosphamide) dan TAC (Docetaxel + Doxorubicin +
               Cyclophosphamide) sebanyak masing-masing 5 pasien (5.32%). Terapi hormon yang paling
               banyak diberikan kepada pasien adalah Zoladex dengan 37 pasien (39.36%). Terdapat
               penyimpangan dosis yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan regimen dosis dalam
               literatur.
               Kata kunci: Kanker Payudara, Kemoterapi, Regimen


               Pendahuluan                                        genetik, lingkungan, dan gaya hidup.
                       Kanker      merupakan      kelompok        Misalnya, paparan zat karsinogenik seperti
               penyakit yang luas dan dapat dimulai dari          asap rokok, radiasi ultraviolet, dan bahan
               hampir semua organ atau jaringan tubuh             kimia    tertentu  diidentifikasi  sebagai
               ketika sel-sel abnormal berkembang secara          penyebab utama beberapa jenis kanker
               tidak terkendali. Sel-sel ini dapat melampaui      (Harris et al., 2019). Penggunaan tembakau,
               batas normal mereka, menyerang jaringan di         konsumsi alkohol, pola makan yang tidak
               sekitarnya, dan/atau menyebar ke organ-            sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan polusi
               organ lain. Proses penyebaran ini, dikenal         udara adalah faktor risiko utama untuk
               sebagai metastasis, adalah penyebab utama          kanker dan penyakit tidak menular lainnya.
               kematian akibat kanker. Pada tahun 2022,           Saat ini, antara 30 hingga 50% kasus kanker
               kanker menjadi penyebab kematian hampir 10         dapat dicegah dengan menghindari faktor
               juta orang di dunia. Kanker paru, payudara,        risiko tersebut dan menerapkan strategi
               kolorektal, prostat, lambung, dan hati adalah      pencegahan berbasis bukti. Selain itu, beban
               jenis kanker yang paling umum terjadi (WHO,        kanker dapat diminimalkan melalui deteksi
               2024).                                             dini, serta dengan pengobatan dan perawatan
                       Faktor   penyebab    kanker    sangat      yang sesuai bagi pasien kanker. Diagnosis
               kompleks, melibatkan interaksi antara faktor       kanker yang tepat sangat penting untuk



              https://jfklin.rsupfatmawati.co.id/jfklin                                                      63
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69