Gambaran Penerapan Interprofessional Collaboration (IPC) DI RSUP Fatmawati Tahun 2021

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Setianti Haryani

Abstract

Pemberian pelayanan kesehatan yang prima harus selalu diusahakan oleh setiap rumah sakit kepada pasien agar terciptanya tujuan rumah sakit yakni meningkatkan kualitas dan mempertahankan standar pelayanan. Pelayanan yang terdapat di rumah sakit merupakan pelayanan yang menggabungkan banyak disiplin ilmu kesehatan sehingga berpotensi menimbulkan pelayanan yang tumpang tindih, konflik antar profesional bahkan kesalahan dalam penatalaksanaan pasien. Penerapan InterProfessional Collaboration (IPC) sangat penting untuk dilakukan karena IPC dinilai mampu mensinergikan dan mengefektifkan perawatan yang diberikan kepada pasien untuk mewujudkan Patient Safety di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran penerapan IPC di RSUP Fatmawati pada tahun 2021 berdasarkan aspek penerapan komunikasi, birokrasi, sumber daya dan disposisi, serta hubungan antara faktor jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, jenis profesi, dan lama praktek Profesional Pemberi Asuhan (PPA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yakni teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti atau evaluator tentang sampel mana yang paling bermanfaat dan representative, subjek dalam penelitian ini adalah PPA yang bekerja di 7 KSM, Komite Keperawatan, dan KTKL. Hasil penelitian ini penerapan IPC di RSUP Fatmawati masuk kedalam kategori yang sangat baik, dengan persentase Tingkat Capaian Responden (TCR) rata-rata sebesar 84,53%, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, tingkat umur, pendidikan terakhir, jenis profesi, serta lama praktek profesional terhadap penerapan IPC dan penerapan IPC di RSUP Fatmawati ditinjau dari beberapa aspek penerapan meliputi komunikasi, birokrasi, sumber daya, serta disposisi masuk kedalam kategori yang sangat baik, dengan perolehan Tingkat Capaian Responden (TCR) masing-masing secara berturut-turut yakni ; 87,95%; 84,69%; 80,51%; serta 83,89%.


Kata kunci : IPC, rumah sakit, komunikasi, birokrasi, disposisi, sumber daya

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

1. Menhukham & Presiden RI. 2009. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.
2. Perwitasari, D., Abror, J., & Wahyuningsih, I. 2010. Medication Errors In Outpatients of A Government Hospital In Yogyakarta Indonesia. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, Vol.1, Issue 1, March – April 2010; Article 002:8-9.
3. Reni, A., Yudianto, K., & Somantri, I. 2010. Efektifitas Pelaksanaan Komunikasi Dalam Kolaborasi Antara Perawat Dan Dokter Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Sumedang. Jurnal Keperawatan Unpad.Vol 12. No.1: 36
4. Tjahjono, E. W. 2020. Analisis Penerapan Interprofessional Collabora- tion di Siloam Hospitals Balikpapan Tahun 2019. Universitas Hasanuddin.
5. Dwina Tampubolon, E. 2021. Implementasi Interprofessional Collaboration (IPC) Menurut Mahasiswa Di RSUD Deli Serdang. Https://Repositori.Usu.Ac.Id/Handle/1 23456789/43791
6. Purba1, A. V., Soleha, M., & Sari1, I.D. 2007. Kesalahan Dalam Pelayanan Obat (Medication Error) Dan Usaha Pencegahannya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Vol 10 (1) Januari 2007: 31-36
7. Satriawan, N. 2020. Pengertian Metode Penelitian Survei. https://ranahresearch.com/pengertian- metode-penelitian-survei/
8. Retnawati,H.2017.TeknikPengambilan Sampel. http://staffnew.uny.ac.id/upload/
9. Ulfa, R. 2018. Pengaruh Kualitas Layanan Dan Persepsi Harga Terhadap Word Of Mouth Melalui Kepuasan Pelanggan Jasa Transportasi Ojek Online Di Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456 789/11740
10. Sarwono, S. S., & Soeroso, A. 2001. Determinasi Demografi Terhadap Perilaku Karitatif Keorganisasian (Vol. 1, Issue 6).
11. Martiningsih, W. 2017. Praktik Kolaborasi Perawat-Dokter Dan Faktor Yang Memengaruhinya. Jurnal Ners, 6, 147–155
12. Alamri, A. M., Rumayar, A. A., & Kolibu, F. K. 2015. Hubungan Antara Mutu Pelayanan Perawat Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kepuasan Pasien Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Maryam Kota Manado. In Pharmaconjurnal Ilmiah Farmasi- Unsrat (Vol. 4, Issue 4).
13. Agustono, H. 2019. Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pendapatan Dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan Gratis Di Puskesmas Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat. http://eprints.ums.ac.id/77420/
14. Tambun, L. N. 2018. Strategi Efektif Diperlukan Dalam Meningkatkan Interprofesional Colaboration.
15. Soemantri, D., Kambey, D. R., Yusra,R. Y., Timor, A. B., Khairani, C. D.,
16. Setyorini, D., & Findyartini, A. 2019. The Supporting And Inhibiting Factors Of Interprofessional Collaborative Practice In A Newly Established Teaching Hospital. Journal Of Interprofessional Education And Practice, 15, 149–156. https://staff.ui.ac.id/system/files/users/
17. Herbert, C. P., Fcfp, C., Bainbridge, L., Med, B., Ma, J. B., Baptiste, S., Brajtman,S., Dryden, T., Med, R., Hall, P., Ccfp, M. D., Fcfp, M., Risdon, C., & Solomon, P. (2007). Factors That Influence Engagement In Collaborative Practice How 8 Health Professionals Became Advocates. In Can Fam Physician (Vol. 53).
18. Mulyati, L., Rachman, D., & Herdiana,Y. (2016). Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Budaya Keselamatan Pasien Di RS Pemerintah Kabupaten Kuningan. 4, 179–190.