Page 77 - Jurnal Farmasi Klinik Vol 4 No 1
P. 77
Jurnal Farmasi Klinik Best Practice Volume 4 No 1
Pembahasan digunakan sebagai agen tunggal pada
Dari data yang telah dikumpulkan, pengobatan kanker payudara stadium lanjut
didapatkan bahwa kanker yang paling atau metastasis lokal (Kimber, 2014).
banyak diderita pasien RSUP Fatmawati Golongan regimen obat sitostatika
adalah kanker Payudara. Banyaknya pasien terbanyak adalah TAC dan TC yang
yang menderita kanker payudara adalah menandakan bahwa pasien kanker payudara
sebanyak 94 orang. Berdasarkan data oleh di RSUP Fatmawati mendapatkan terapi first
IARC Globocan (2022), kanker payudara line sesuai dengan Pedoman Nasional Tata
merupakan kanker yang paling banyak Laksana Kaker Payudara Kemenkes dengan
terjadi di Indonesia diantara kanker lain masing-masing regimen memiliki interval
dengan angka kasus sebesar 66.271 jiwa. pemberian 3 minggu (Kemenkes, 2015).
Kanker payudara merupakan keganasan Terapi pada kanker payudara harus diawali
pada jaringan payudara yang dapat berasal dari diagnosa yang akurat dan lengkap. Hal
dari epitel duktus maupun lobusnya. Faktor ini berguna untuk menentukan terapi yang
risiko yang dapat meningkatkan tepat sehingga efek terapinya sesuai dengan
kemungkinan terjadinya kanker payudara yang diharapkan. Pertimbangan terhadap
diantaranya berjenis kelamin wanita dengan pemilihan terapi diantaranya adalah faktor
usia >50 tahun, riwayat keluarga dan genetik, usia, co-morbid, evidence-based, cost
riwayat penyakit payudara sebelumnya, effective, dan kapan pengobatan sistemik
riwayat menstruasi <12 tahun, menarche perlu dihentikan (Kemenkes RI, 2019).
lambat, riwayat reproduksi, hormonal, Terdapat Ketidaksesuaian Dosis Obat
obesitas, konsumsi alkohol, riwayat radiasi Kemoterapi dengan Pedoman Tata Laksana.
dinding dada, maupun dari faktor Pasien dengan regimen TAC sebanyak 5
lingkungan (Kemenkes RI, 2019). pasien (5,31%) dengan dosis bervariasi dan
Jenis terapi obat first line yang perbedaan dosis berkisar antara 0 - 10,55%
paling banyak diberikan kepada pasien lebih rendah; regimen AC sebanyak 1 pasien
adalah regimen TC (Docetaxel + (1,06%) dengan dosis bervariasi dan
Cyclophosphamide) dan TAC (Docetaxel + perbedaan dosis berkisar 66% lebih rendah;
Doxorubicin + Cyclophosphamide). regimen TC sebanyak 5 pasien (5,31%)
Sementara terapi hormon yang paling dengan dosis bervariasi dan perbedaan dosis
banyak diberikan adalah Zoladex. Zoladex berkisar 0 - 49,77% lebih rendah; regimen
yang mengandung Goserelin merupakan CAF sebanyak 2 pasien (2,12%) dengan
agonis hormon pelepas gonadotropin dosis bervariasi dan perbedaan dosis
(GnRH), yang digunakan untuk pengobatan berkisar 0 - 27,24% lebih rendah dan 0 -
kanker payudara sebagai terapi endokrin 3,82% lebih tinggi dari dosis seharusnya;
tambahan karena kemampuannya untuk regimen Trastuzumab sebanyak
mengurangi konsentrasi estrogen yang 5 pasien (5,31%) dengan dosis bervariasi dan
bersirkulasi (Berliana & Yulistiani, 2023). perbedaan dosis berkisar 0 - 27,83% lebih
Sementara obat kemoterapi yang digunakan rendah dan 15,45% lebih tinggi dari dosis
sendiri tanpa dikombinasikan dengan obat seharusnya; regimen Docetaxel sebanyak 5
lain adalah Epirubicin. Epirubicin dapat pasien (5,31%) dengan dosis bervariasi dan
https://jfklin.rsupfatmawati.co.id/jfklin 76

