Page 3 - Jurnal Farmasi Klinik Vol 4 No 1
P. 3
Jurnal Farmasi Klinik Best Practice Volume 4 No 1
80.65%. Additionally, based on the chemotherapy regimens used at RSUP Fatmawati,
the recovery percentage from several regimens ranged from 54.90% to 131.93%.
Keywords : Ovarian Cancer, Chemotherapy
Pendahuluan
Kanker ovarium merupakan abdominal histerektomi untuk kanker
suatu keganasan utama pada sistem ovarium stadium 1A hingga stadium 1C
reproduksi wanita dan saat ini dan melakukan bedah/ pemberian
merupakan kanker yang paling sering neoadjuvant kemoterapi pada pasien
didiagnosis dengan urutan ke-9 secara dengan kanker ovarium stadium II, III,
global. Berdasarkan angka mortalitas, dan IV. Pemberian Kemoterapi dapat
kanker ovarium berada pada urutan ke- diberikan dengan berbagai regimen,
7. Hal ini dapat disebabkan karena dimana regimen kemoterapi tersebut
kurangnya teknik skrining awal yang dapat berhubungan dengan ketahanan
andal, ditambah dengan gejala awal hidup dari penderita kanker jenis ini.
yang sulit dideteksi sehingga sebagian (Choery Novitasari, 2020).
besar pasien mendapatkan diagnosa
Beragam regimen dan
kanker ovarium ini ketika sudah
pendekatan telah diuji dalam uji coba
berada pada tahap lanjutan (Globacan,
acak prospektif sebagai terapi pasca
2022).
operasi untuk pasien dengan kanker
Tingginya Angka kejadian dan ovarium yang baru di diagnosis.
kematian yang disebabkan oleh kanker Sebagian besar regimen yang
ovarium mendorong dilakukannya digunakan mencakup kemoterapi
berbagai studi untuk mengetahui intravena. (Deborah K. Armstrong,
keefektifan model terapi. Model terapi 2021). Pasien kanker ovarium yang
kanker secara garis besar dapat menjalani complete surgical staging
dibedakan menjadi terapi bedah, terapi dan kemoterapi berbasis platinum,
radiasi, kemoterapi dan imunoterapi. seperti regimen Cisplatin-Paclitaxel
Prinsip terapi kanker ovarium pada maupun Cisplatin-Cyclophosphamide.
dasarnya yaitu dengan melakukan total memiliki PFS (kelangsungan hidup
https://jfklin.rsupfatmawati.co.id/jfklin 2

